Bencana yang terjadi seringkali tak terhindarkan, namun masyarakat di negeri ini selalu mampu bangkit kembali. Resiliensi terhadap bencana terbangun karena adanya modal sosial berupa semangat gotong royong, rasa saling peduli, dan menganggap bencana sebagai ancaman bersama. Kini, di tengah pandemi COVID-19, kita kembali diuji: akankah wabah yang mengharuskan penjarakan fisik akan melunturkan modal sosial, atau justru akan membuatnya lestari bahkan menjadi jalan keluar menghadapi pandemi?


Guna menjawab hal itu, Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud mengadakan Diskusi Tematik Kebudayaan dengan tema “Merawat Modal Sosial di Tengah Pandemi” (Rabu, 3 Juni 2020 | Pukul 10.00 – 12.00 WIB) via Zoom Webinar.


Diskusi menghadirkan: 

Dr. Semiarto Aji (Dept. Antropologi, Universitas Indonesia)

“Dari Kebersamaan Lokal Menuju Solidaritas Global”

Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt. (Kepala Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta)

“Guyub Melawan Pagebluk, Pengalaman Desa Panggungharjo”

Mikka Wildha Nurrochsyam , M.Hum. (Pusat Penelitian Kebijakan) 

“Pendidikan Karakter: Memupuk Modal Sosial untuk Memperkuat Resiliensi Masyarakat terhadap Bencana”

Bakti Utama, M.A. (Balai Pelestarian Cagar Budaya, Yogyakarta)

“Transformasi Gotong Royong: Tantangan Merawat Modal Sosial di Era Digital”

Moderator: Irsyad Zamjani, Ph.D. (Pusat Penelitian Kebijakan)


Batas waktu registrasi peserta Selasa, 2 Juni 2020 pukul 18.00 WIB melalui tautan berikut:

http://ringkas.kemdikbud.go.id/DiskusiKebudayaan1 

Narahubung: Ika (082135584205) | Voni (085281146625).

Terima kasih.