Program Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melaksanakan studi lapangan di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud) pada Jumat, 22 November 2019. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang bagaimana proses kebijakan di bidang pendidikan dirumuskan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Studi lapangan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dari jenjang S2 dan S3, serta dua orang dosen pendamping.

Studi lapangan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Puslitjakdikbud serta Tim Publikasi di Kantor Kemendikbud, Senayan Jakarta. Kepala Puslitjakdikbud menyampaikan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa. Berbagai strategi pemangkas proses birokrasi perlu dilakukan, karena selama ini dinilai menghambat upaya-upaya meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Proses perumusan masalah dalam kebijakan perlu mempertimbangkan setidaknya dua hal, yaitu berdasarkan teori dan praktik  pendidikan yang ada di Indonesia. Itulah kemudian mengapa, praktik-praktik pendidikan di negara lain, tidak serta merta dapat langsung diduplikasi penerapannya di Indonesia.  

Kepala Puslitjakdikbud juga menyampaikan tentang pentingnya data dan informasi yang relevan ketersediannya sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dengan berbasis data (evidence based policy). Oleh karena itu, Puslitjakdikbud mendorong pemanfaatan jejaring dan pemanfaatan hasil penelitian mellaui beberapa media publikasi yang dimiliki.   

Melalui kunjungan tersebut, diperkenalkan juga Website Puslitjakdikbud, Sistem Informasi Penelitian (SIP) Dikbud, dan Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan yang memungkinkan para peneliti dan masyarakat umum memanfaatkan hasil-hasil kajian Puslitjakdikbud secara lebih luas dan optimal.