Penelitian dan pengembangan memegang peranan penting di era kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Praktik yang terjadi di berbagai negara menunjukkan bahwa, hasil-hasil penelitian dan pengembangkan ditempatkan pada posisi strategis yang mendasari proses perumusan kebijakan yang dilakukan. Mengintensifkan kuantitas serta kualitas hasil penelitian dan pengembangan menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan rekomendasi kebijakan yang strategis dan tepat guna dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan yang akan terjadi di masa depan. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Muktiono Waspodo, dalam paparan yang disampaikannya pada kegiatan Peningkatan Kinerja Pegawai di lingkungan Balitbang Kemendikbud yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Maret 2019 di Hotel Lorin, Sentul, Bogor.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 111 orang pegawai Puslitjakdikbud ini, Kepala Puslitjakdikbud menekankan pentingnya tinjauan terhadap penelitian kebijakan yang didasarkan pada dinamika perkembangan yang terjadi, baik secara nasional maupun global yang secara langsung memberikan dampak pada upaya penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni menghadapi berbagai perkembangan tersebut. Sedikitnya ada empat alasan mendasar terkait hal tersebut, pertama, kecenderungan dunia saat ini dan masa depan sebagai bagian dari era Revolusi Industri generasai keempat (4.0), yang menempatkan penetrasi teknologi informasi pada berbagai urusan kehidupan dalam ‘bingkai’ Revolusi Digital. Kedua, dinamika perubahan peradaban manusia, yaitu kondisi dimana terjadinya pergeseran sendi-sendi kehidupan manusia, diantaranya kebudayaan dan kemasyarakatan yang termasuk di dalamnya sektor pendidikan. Ketiga, menguatnya kebutuhan akan kreativitas dan inovasi, keterampilan dalam penguasaan data, informasi, pengetahuan, teknologi digital serta jejaring sosial sebagai sumber daya strategis bagi individu yang merupakan bagian dari masyarakat dunia.

Karakteristik Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Masa Depan Indonesia adalah insan yang berkarakter kuat, menguasai multi kecakapan abad 21, fleksibel terhadap perubahan, pembelajar sepanjang hayat, serta mampu memanfaatkan berbagai potensi diri dalam mencipta terobosan baru (inovatif) dan mandiri berkehidupan (entrepreneur).  Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki strategi yang mengakomodir tuntutan tersebut melalui beberapa strategi peningkatkan kapasitas sumber daya manusia pendidikan dan kebudayaan. Beberapa strategi tersebut, diantaranya adalah perluasan akses pendidikan; penilaian dan sertifikasi; peningkatan kualitas pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan; penguatan kebudayaan, kelembagaan, infrastruktur serta tata kelola.

Sebagai bagian penting dalam memberikan rekomendasi kebijakan pendidikan dan kebudayaan melalui penelitian yang dihasilkan, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Puslitjakdikbud menjadi kunci utama. beberapa upaya peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di Puslitjakdikbud dilakukan misalnya dalam bentuk pembiasaan pencatatan tugas harian pegawai dalam log harian Sasaran Kerja Pegawai (SKP), membangun ruang-ruang diskusi tematik dan aktivitas pertukaran gagasan serta wawasan mengenai isu-isu faktual dan aktual. Daya kritis juga dapat dibangun dan diasah melalui aktivitas penelaahan beragam data sekunder yang tersedia di banyak sumber data. Data sekunder memegang peranan penting dalam membangun gagasan dan landasan berpikir peneliti dan perekayasa dalam melakukan penelitian dan pengembangan, yang hasilnya tidak sekadar dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas melalui Karya Tulis Ilmiah yang didiseminasi dan dipublikasikan. [IW/UTR/DNR]